Penulis : Ken Steele & Claire Berman
Penerbit : Qanita
Cetakan I Tahun 2004
Jumlah halaman : 436 halaman
ISBN : 979-3269-16-2
Kita pernah melihat orang yang berjalan dengan baju yang
sudah kumal, badan yang kotor karena berhari-hari tak mandi, tertawa, berbicara
sendiri atau diam dengan pandangan kosong. Putus sudah kontak sosial orang
tersebut dengan lingkungan sekitar. Biasanya kita menyebut mereka orang gila.
Namun sebagian besar dari kita tidak tahu apa yang sesungguhnya mereka alami.
Buku Mereka Bilang Aku Gila adalah memoar dari seorang
penderita schizophrenia. Ken Steele di usia 14 tahun mulai mendengar
suara-suara yang merendahkan, mengejek dan memerintahkannya untuk bunuh
diri. Keluarganya menolak kenyataan
bahwa ia menderita schizophrenia.
Di usia 18 tahun, seperti kebiasaan masyarakat Amerika, Ken
Steele diminta untuk mandiri. Ayahnya merasa kewajiban untuk membiayai Ken
sudah usai. Berangkatlah Ken menaiki kereta dengan sedikit pemberian uang dari
Ayahnya menuju New York.
Sendirian hanya ditemani oleh suara-suara yang terus
memerintahkannya untuk bunuh diri dengan terjun dari atas gedung, Ken justru
terperangkap dalam dunia prostitusi. Saat ia berlari dari induk semangnya,
seseorang menyelamatkan dari usahanya untuk bunuh diri dan membawanya ke rumah
sakit jiwa.
Perjalanannya tak berakhir di rumah sakit jiwa. Lukanya
bertambah saat ia diperkosa di rumah sakit jiwa. Ken berulang kali masuk rumah sakit jiwa, diberi
kebebasan untuk jalan-jalan bahkan mendapat pekerjaan, namun ia kemudian
melarikan diri dari semuanya, mencoba bunuh diri dan kembali berakhir di rumah
sakit jiwa.
Saat suara-suara itu tiba-tiba menghilang, ketakutan justru
dirasakan oleh Ken. Bagaimanapun, ia telah 32 tahun hidup dengan suara-suara
itu. Apakah Ken mampu hidup di dunia nyata?
Buku ini memberikan informasi kepada kita, apa yang dialami
dan dirasakan oleh penderita schizophrenia. Informasi tersebut membuka mata
bagaimana harus bersikap terhadap mereka. Dukungan dan penerimaan anggota
keluarga dan lingkungan sekitar sangat mempengaruhi kemampuan penderita untuk mampu hidup seperti
orang kebanyakan.
belum punya,wajib beli nih hehe...jadi inget,waktu kuliah sering ada PR lihat film terus dipresentasikan hehehehe. bukunya bagus nih,makasih reviewnya mbak^^
BalasHapusSaya sih lebih suka baca Mbak, kalau nonton malah ngantuk hehehe..
HapusKayaknua si mampu deh
BalasHapusblm baca si
menarik
Anda betul Mak. Ken ini beruntung sekaligus memiliki daya juang :)
HapusSaya pernah baca bukunya paulo chelo ttg scizo juga...benar mbak bagaimanapun mereka manusia. Menarik....
BalasHapusSaya malah belum pernah Mbak. Ada resensi di blog kah?
Hapuswah..kayaknya menarik nih.. makasih mak reviewnya.. masuk daftar yang harus dibeli.. :)
BalasHapusMenarik Mak, apalagi buat yang suka berbau klinis :)
HapusReviewnya bikin aku merenung sama nasib penderita skizofrenia.. melas juga sih... tapi aku sendiri entah masih takut >.<
BalasHapusSaya juga melas- melas takut Mbak. Tapi jadi punya pandangan baru :)
Hapusjadi inget film, yang tokohnya schizofren n jago matematika...duuh lupa lagi :D
BalasHapusSaya juga ikutan lupa mak :D
Hapusbaca reviewnya kayanya seru nih, jadi pengen baca,
BalasHapusmonggo mbak :)
HapusSbenarnya aku tiap kali lihat penderita schizophrenia suka sedih mak... spt ikut ngerasain deritanya, smpt ngerasain sisi gelap aku msh kecil mak jd kebayang derita putus asanya...
BalasHapusWah, apa itu Mak? Jadi kepo :)
Hapus